Borneoneo’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

memahami ilmu pengetahuan melalui bahasa

BAB I

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Kegiatan pemahaman terhadap suatu ilmu memerlukan suatu cara yang memberikan penjelasan atau pemahaman yang benar bukan malah tambah menyesatkan, dan perlu pula memahami apa yang menjadi kriteria dari sesuatu itu sampai disebut dengan  ilmu. Untuk lebih memahami tentang ilmu atau bidang-bidang ilmu lainnya maka perlu memahami  ilmu itu lewat telaah filsafat ilmu yang merupakan cara untuk menelaah suatu ilmu secara khusus dan filsafat ini merupakan awal dari ilmu atau ilmu pengetahuan yang ada. Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”, maka lahirlah filsafat ilmu  sebagai penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). Bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu yaitu: ontologi, epistemologi dan aksiologi.

 

  1. B.     Perumusan Masalah

Adapun yang dibahas dalam makalah ini meliputi :

  1. Bagaimana Pengertian Filsafat Ilmu ?
  2. Apa yang menjadi hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan ?
  3. Bagaimana Memahami  Ilmu Pengetahuan melalui Bahasa ?  

  

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Filsafat Ilmu.

Menurut The Liang Gie (1999), filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik  dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.

Sehubungan dengan pendapat tersebut serta sebagaimana pula yang telah digambarkan pada bagian pendahuluan dari tulisan ini bahwa  filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. Hal ini senada dengan ungkapan dari Archie J.Bahm (1980)  bahwa ilmu pengetahuan (sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.

Dalam perkembangannya filsafat ilmu mengarahkan pandangannya pada strategi pengembangan ilmu yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampai pada dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau kemanfaatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan manusia (Koento Wibisono dkk., 1997).

Oleh karena itu, diperlukan perenungan kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu pengetahuan itu bahkan hingga implikasinya ke bidang-bidang kajian lain seperti ilmu-ilmu kealaman. Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar, mau tidak mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat. Menurut Koento Wibisono (1984), filsafat dari sesuatu segi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakekat dari sesuatu “ada” yang dijadikan objek sasarannya, sehingga filsafat ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu cabang filsafat dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk memahami apakah hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri.

Lebih lanjut Koento Wibisono (1984), mengemukakan bahwa hakekat ilmu menyangkut masalah keyakinan ontologik, yaitu suatu keyakinan yang harus dipilih oleh sang ilmuwan dalam menjawab pertanyaan tentang apakah “ada” (being, sein, het zijn) itu. Inilah awal-mula sehingga seseorang akan memilih pandangan yang idealistis-spiritualistis, materialistis, agnostisistis dan lain sebagainya, yang implikasinya akan sangat menentukan dalam pemilihan epistemologi, yaitu cara-cara, paradigma yang akan diambil dalam upaya menuju sasaran yang hendak dijangkaunya, serta pemilihan aksiologi yaitu nilai-nilai, ukuran-ukuran mana yang akan dipergunakan dalam seseorang mengembangkan ilmu.

Dengan memahami hakekat ilmu itu, menurut Poespoprodjo (dalam Koento Wibisono, 1984), dapatlah dipahami bahwa perspektif-perspektif ilmu, kemungkinan-kemungkinan pengembangannya, keterjalinannya antar ilmu, simplifikasi dan artifisialitas ilmu dan lain sebagainya, yang vital bagi penggarapan ilmu itu sendiri. Lebih dari itu, dikatakan bahwa dengan filsafat ilmu, kita akan didorong untuk memahami kekuatan serta keterbatasan metodenya, prasuposisi ilmunya, logika validasinya, struktur pemikiran ilmiah dalam konteks dengan realitas in conreto sedemikian rupa sehingga seorang ilmuwan dapat terhindar dari kecongkakan serta kerabunan intelektualnya.

  1. B.     Pengetahuan, ilmu dan filsafat

Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna dalam memahami alam sekitarnya terjadi proses yang bertingkat dari pengetahuan (sebagai hasil tahu manusia), ilmu dan filsafat. Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what”, misalnya apa air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya.

Sedangkan ilmu (science) bukan sekedar menjawab “what” melainkan akan menjawab pertanyaan “why” dan “how”, misalnya mengapa air mendidih bila dipanaskan, mengapa bumi berputar, mengapa manusia bernapas, dan sebagainya. Pengetahuan hanya dapat menjawab pertanyaan apa sesuatu itu. Tetapi ilmu dapat menjawab mengapa dan bagaimana sesuatu tersebut terjadi.

 

Apabila pengetahuan itu mempunyai sasaran tertentu, mempunyai metode atau pendekatan untuk mengkaji objek tersebut sehingga memperoleh hasil yang dapat disusun secara sistematis dan diakui secara universal maka terbentuklah disiplin ilmu.

Dengan perkataan lain, pengetahuan itu dapat berkembang menjadi ilmu apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

a. Mempunyai objek kajian

b. Mempunyai metode pendekatan

c. Bersifat universal (mendapat pengakuan secara umum)

Sedangkan filsafat adalah suatu ilmu yang kajiannya tidak hanya terbatas pada fakta-fakta saja melainkan sampai jauh diluar fakta sampai batas kemampuan logika manusia. Ilmu mengkaji kebenaran dengan bukti logika atau jalan pikiran manusia.

Dengan perkataan lain, batas kajian ilmu adalah fakta sedangkan batas kajian filsafat adalah logika atau daya pikir manusia. Ilmu menjawab pertanyaan “why” dan “how” sedangkan filsafat menjawab pertanyaan “why, why, dan why” dan seterusnya sampai jawaban paling akhir yang dapat diberikan oleh pikiran atau budi manusia.

Dalam perkembangan filsafat menjadi ilmu terdapat taraf peralihan. Dalam taraf peralihan ini maka bidang pengkajian filsafat menjadi lebih sempit, tidak lagi menyeluruh melainkan sektoral. Disini orang tidak lagi mempermasalahkan moral secara keseluruhan melainkan mengaitkannya dengan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kemudian berkembang menjadi ilmu ekonomi.

Namun demikian dengan taraf ini secara konseptual ilmu masih mendasarkan diri pada norma-norma filsafat. Misalnya ekonomi masih merupakan penerapan etika (appliet ethics) dalam kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Metode yang dipakai adalah normatif dan deduktif (berpikir dari hal-hal yang umum kepada yang bersifat khusus) berdasarkan asas-asas moral yang filsafat.

Pada tahap selanjutnya ilmu menyatakan dirinya otonom dari konsep-konsep filsafat dan bertumpu sepenuhnya pada hakekat alam sebagaimana adanya. Pada tahap peralihan, ilmu masih mendasari diri pada norma yang seharusnya sedangkan dalam tahap terakhir ilmu didasarkan atas penemuan-penemuan.

 

Sehingga dalam menyusun teori-teori ilmu pengetahuan tentang alam dan isinya ini maka manusia tidak lagi mempergunakan metode yang bersifat normatif dan deduktif melainkan kombinasi antara deduktif dan induktif (berpikir dari hal-hal yang bersifat khusus kepada hal-hal yang bersifat umum) dengan jembatan yang berupa pengujian hipotesis.

Selanjutnya proses ini dikenal sebagai metoda deducto hipotetico-verivikatif dan metode ini dipakai sebagai dasar pengembangan metode ilmiah yang lebih dikenal dengan metode penelitian. Selanjutnya melalui atau menggunakan metode ilmiah ini akan menghasilkan ilmu.

August Comte (1798-1857) membagi 3 tingkat perkembangan ilmu pengetahuan tersebut diatas kedalam tahap religius, metafisik, dan positif. Hal ini dimaksudkan dalam tahap pertama maka asas religilah yang dijadikan postulat atau dalil ilmiah sehingga ilmu merupakan deduksi atau penjabaran dari ajaran religi (deducto).

Dalam tahap kedua, orang mulai berspekulasi, berasumsi, atau membuat hipotesis-hipotesis tentang metafisika (keberadaan) ujud yang menjadi objek penelaahaan yang terbatas dari dogma religi dan mengembangkan sistem pengetahuan berdasarkan postulat metafisika tersebut (hipotetico).

Sedangkan tahap ketiga adalah tahap pengetahuan ilmiah dimana asas-asas yang dipergunakan diuji secara positif dalam proses verivikasi yang objektif (verivikatif).

Secara visual proses perkembangan ilmu pengetahuan tersebut yang selanjutnya merupakan kerangka-kerangka metode ilmiah dapat digambarkan seperti logico-Hipotetico-Verivikatif artinya mula-mula buktikan bahwa itu logis, kemudian ajukan hipotesis berdasarkan logika tersebut, kemudian lakukan pembuktian hipotesis itu secara empiris Ahmad Tafsir (2004:33)

 

  1. C.    Memahami Ilmu Pengetahuan Melalui  Bahasa

Manusia tidak dapat lepas dari bahasa. Terbukti dari penggunaannya untuk percakapan sehari-hari, tentu ada peran bahasa yang membuat satu sama lain dapat berkomunikasi, saling menyampaikan maksud. Tak hanya dalam bentuk lisan, tentu saja bahasa juga digunakan dalam bentuk tulisan. Banyak filsuf yang justru mengawali pemikirannya dari problem bahasa. Tentunya bahasa disini bukan berarti sekedar mempelajari tata gramatikal bahasa ataupun bahasa asing, melainkan bagaimana pengertian seseorang dapat terpengaruh ‘hanya’ dari penggunaan kata-kata atau pemikiran. Sangat penting untuk dapat tetap berpikir kritis dalam mengerti ucapan seseorang maupun teks. Teori-teori yang berkembang dalam filsafat bahasa inilah yang kemudian menjadi alat bagi setiap orang untuk dapat lebih mengeksploitasi sebuah pemikiran, baik yang terucapkan maupun dalam bentuk teks.

Mungkin  akan terkesan “ah, bahasa.  Menurut Ernest Cassirer bahwa keunikan manusia bukanlah pada pikirannya melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa menurut Ernest Cassirer manusia sebagai Animal Symbolicum artinya mahluk yang mempergunakan symbol Jujun S. Suriasumantri (2003:171) menurut Wittgenstein batasan bahasaku adalah batasan duniaku. Pendapat lain oleh Bloch and Trager mengatakan a language is a system of arbitrary vocal symbols by means of which a social group cooperates yang artinya bahasa adalah suatu system symbol-symbol bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi.) Bernard Bloch and Goerge L. Targe (1942:5). Sesuai dengan pendapat diatas Joseph Broam menyebutkan A languge is a structured system of arbitrary vocal symbols by means of wich members of social group interact. (artinya bahasa adalah suatu system yang berstruktur dari symbol-simbol bunyi arbitrer yang dipergunakan oleh para anggota sesuatu kelompok sosial sebagai alat bergaul satu sama lain) Joseph Broam (1995:2)  Padahal untuk penelaahan ilmiah memerlukan sarana yang berupa bahasa.  Dimana bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan fikiran kepada orang lain . validitas suatu bahasa juga bergantung pada macam ilmu pengetahuan yang diwakilinya – apakah pengetahuan yang diperoleh melalui pancaindera atau pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi ilmiah. Filsafat bahasa meliputi apakah objek bahasa ! apakah tujuan bahasa ? serta apakah metode bahasa ?

1)      Apakah objek bahasa

Bahasa adalah suatu gejala manusiawi-umum, artinya tidak ada manusia tanpa bahasa dan tidak ada bahasa tanpa manusia. Tentu saja objeknya hanya telaah tentang bahasa manusia yang dalam definisi lama adalah animaloquax (hewan berbicara). 

2)      Apakah tujuan bahasa

Bahasa bisa digolongkan dalam 2 kelompok yakni bahasa alamiah dan bahasa buatan dimana bahasa alamiah diartikan sebagai bahasa yang digunakan untuk komunikasi umum. Untuk dapat digunakan oleh para pemakai bahasa untuk menggunakan dan menuturkan segala apa yang terletak didunia dan pengalaman  dan daya tanggapan , baik pergaualan atau hal-hal khusus sehari-hari. Sedangkan bahasa buatan adalah suatu bahasa yang telah dirancang untuk menggantikan bahasa alamiah. System notasi dan komunikasi ilmiah pun telah dirancang untuk mempermudah pembahasan masalah ilmiah tertentu, yaitu bahasa matemaka, logika, kimia, atau juga bahasa program yang sering disebut bahasa Komputer.  Guna menuangkan perintah kedalam sebuah Komputer.    

3)      Apakah metode bahasa.

Metode atau metodelogi yang diterapkan dalam bahasa meliputi : (hipotesis)  

 1) bahasa harus dideskripsi melalui pengamatan dan klasifikasi fakta-fakta (pendekatan Induktif),  2) melalui intuisi dan kontruksi suatu model dari mana fakta-fakta yang memenuhi syarat bisa disimpulkan  (pendekatan deduktif).

1)      Pendekatan Induktif

Menurut pendekatan ini satu-satunya pernyataan tentang bahasa yang dapat dianggap valid/sahih adalah pengertian yang diperoleh dari pengamatan fakta-fakta linguistic, mengklasifikasikanya, dan membuat generalisasi tentang apa yang diselidiki dan diklasifikasi. Namun perlu diperhatikan bahwa fakta-fakta yang dapat dibuktikan oleh indera sajalah yang memiliki validitas ilmiah

2)      Pendekata deduktif

Ahli-ahli bahasa yang menggunakan pendekatan ini mengikuti ilmu teoritis. Dengan mengambil pola, menyusun model teoritis, dan mengujinya untuk mengetahui sampai seberapa banyak ia dapat mengambil kesimpulan darinya. Teori deduktif yang diangap paling baik adalah teori yang bisa memberi gambaran untuk sebagian besar lainya yang belum diketahui.

Ini mencakup beberapa bagian :

  1. Pengumpulan bahan : mengamati, membandingkan, satu dengan lain serta menyusun data bahasa.
  2. Pembentukan hipotesa : untuk memilih hipotesa harus sebijaksana mungkin karena hipotesa merupakan fakta yang belum diuji kebenaranya.
  3. Menjabarkan (melakukan deduksi) ramalan : menjabarkan ramalan dari hipotesa yang dibuat jika hipotesa tertentu tepat maka dalam situasi ini dan itu harus timbul ini dan itu.
  4. Menguji coba ramalan yang telah dijabarkan  : apakah hipotesa yang diuji coba tepat atau tidak tepat maka makin banyak hipotesa diuji maka makin layak bhawa hipotesa itu tepat. Diterima atau ditolak.

 

Ada beberapa kelemahan bahasa sebagai sarana komunikasi ilmiah pertama terletak  pada hakekatnya fungsi bahasa itu yang bersifat multi fungsi.  bahasa itu sendiri, berfungsi  meliputi sebagai sarana komunikasi emotif, afektif, dan simbolik. Dalam komunikasi ilmiah yang digunakan hanya aspkek simbolik saja tanpa membawa aspek emotif atau aspek afektif karena sifat pengetahuan ilmiah harus objektif tanpa mengandung unsur emosi dan sikap / atau dengan bahasa lainnya dapat dikatakan bersifat antiseptic dan reproduktif.  Yang kedua terletak pada arti tidak jelas dan eksak yang dikandung oleh kata-kata yang membangun bahasa. Artinya satu pengertian yang disampaikan bisa memberikan penjelasan yang bertele-tele atau terlalu panjang sehingga komunikasi ilmiah malah menjadi tidak komunikatif lagi. Ketiga bahasa mempunyai beberapa kata yang memiliki pengertian atau arti yang sama. Artinya bahasa memilik arti majemuk.

 

Agar bahasa ilmiah atau komunikasi ilmiah terhindar dari bias kedalam kelemahan tadi maka dalam penggunaannya bahasa ilmiah harus terbebas dari unsur-unsur emotif  dan bersifat reproduktif  artinya bila pengirim komunikasi menyampaikan komunikasi informasi berupa X maka si penerima informasi haruslah menerima informasi berupa X tadi pula. Jadi informasi yang diterima haruslah merupakan reproduksi yang benar-benar sama dengan informasi yang dikirim. Guna menghindarkan dari mis-informasi yaitu menyampaikan sesuatu tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan . dimana informasi yang berbeda juga akan menghasilkan proses berpikir yang berbeda pula. Maka itu harus jelas dan bebas dari aspek emotif dan sikap.

            Cara yang lain adalah menggunakan bahasa yang jelas artinya bahwa makna yang terkandung dalam kata-kata yang dipergunakan diungkapkan secara tersurat (eksplisit) untuk mencegah pemberian makna  lain. Dengan jelas bahasa yang digunakan bahwa maka juga jelas pendapat atau pemikiran yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

W.F. Mackey.1984. Analisis Bahasa Untuk Pengajaran. Surabaya: Usaha Nasional.

Dik. S. C. Dik/JG KOIJ.1994.  Ilmu Bahasa Umum. Jakarta:Rul.

Chauchard. Paul.  1983. Bahasa dan Pikiran. Yogyakarta: Yayasan Karnisius.

Depdiknas. 1983. Filsafat  Ilmu. Dikti: Jakarta.

The Liang Gie. 1999. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Jujun S. Suriasumantri, 2003.Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,

Tafsir, Ahmad. 2004. Filsafat Ilmu. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Bahtiar. Amsal. 2005. Filsafat Ilmu. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Juni 9, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

hasil seleksi 32

Peserta Didik Nilai Pilihan Daftar Ulang
No. Daftar Nama Siswa Tgl Lahir BP NEM BI MAT IPA Pilihan 1 Pilihan 2 Tahap 1
1885 FAUZIAH 23/10/1998 T 24.9 8.4 8.25 8.25 032 013 T
4902 MUHAMMAD MIJAN GULAM 12/04/1999 T 24.55 8.8 7.75 8 032 024 T
2703 SAFITRI 30/03/1999 T 24.3 8.8 8.5 7 032 029 T
1715 PUTRA PRATAMA 02/11/1999 T 23.5 8 7.25 8.25 032 013 T
2045 MUHAMMAD ARIF 05/04/1999 T 23.45 8.2 7 8.25 032 029 T
2124 RAHMADI 11/12/1997 T 23.1 8.6 7.5 7 032 029 T
1056 MUHAMMAD NATSIR 20/12/1998 T 23.05 6.8 8.25 8 024 032 T
2085 SITI SAUDAH 03/08/1997 T 22.85 8.6 8.75 5.5 032 029 T
2438 DARMA YUDA CIPTO PRAJA 23/11/1997 T 22.65 8.4 7.25 7 032 013 T
1364 BAHRIAN AGIT 20/03/1998 T 22.65 7.4 7.5 7.75 032 013 T
2163 REMI JAYADI 13/11/1998 T 22.1 8.6 7 6.5 032 013 T
5020 AYU HARDINI 03/05/1999 T 21.95 8.2 5.5 8.25 032 021 T
4401 MAULIDA ETIKA RAHMI 27/06/1999 T 21.9 8.4 5.75 7.75 032 021 T
2845 NOOR HAYATI 05/09/1998 T 21.85 8.6 5.5 7.75 032 013 T
4366 MUHAMMAD ANIS 01/03/1999 T 21.8 7.8 7.5 6.5 032 013 T
2268 NUR MAINAH 06/08/1999 T 21.7 8.2 5.25 8.25 032 029 T
1264 RIANA 18/06/1999 T 21.45 7.2 6.25 8 032 013 T
1483 ABDUL HAKIM 05/07/1999 T 20.9 7.4 6.25 7.25 032 013 T
1123 SITI MUNAWARAH 14/02/1999 T 20.65 8.4 6.25 6 032 029 T
1207 REKA WULANDARI 24/07/1999 T 20.5 8 6 6.5 032 013 T
2594 HAIRUNNIDA 07/09/1998 T 20.3 8.8 4.75 6.75 032 029 T
6906 WANDA SYILVIA FITRI 30/11/1999 T 20.3 7.8 5.75 6.75 010 032 T
1307 SRI RAHAYU 13/02/1998 T 20.1 7.6 5.5 7 032 029 T
2405 RUSDIYANTI 13/05/1999 T 20.05 7.8 6.25 6 032 015 T
1777 M. BARUNA SETIA PUTRA 08/08/1999 T 19.85 6.6 6.5 6.75 032 013 T
436 MUHAMMAD YORDAN 29/12/1998 T 19.55 7.8 5.75 6 021 032 T
2368 ROSAMILA MAYANG SARI 16/10/1998 T 19.4 8.4 4.75 6.25 032 029 T
54 SITI AINIAH 06/01/1999 T 19.4 8.4 4 7 021 032 T
1541 FATURRAHMAN 18/06/1999 T 19.2 7.2 5 7 027 032 T
2652 RAHMAN JULI 08/07/1999 T 19.15 8.4 4.25 6.5 032 013 T
5055 MUHAMMAD FAJAR 20/12/1997 T 19.05 7.8 5 6.25 032 021 T
1853 HENI MUSTANI 16/05/1999 T 18.95 8.2 4.25 6.5 032 013 T
6982 RIZKA MARLIANA PUTRI 18/03/1999 T 18.65 9.4 3.75 5.5 032 029 T
6212 MUHAMMAD ALIF FAHRIDHO 13/10/1999 T 18.65 8.4 4.25 6 027 032 T
2671 JUNAIDI 11/06/1998 T 18.65 8.4 4 6.25 032 013 T
1412 MUHAMMAD PADILAH 18/11/1997 T 18.4 7.4 6.5 4.5 032 013 T
7080 NAZAR FITRATUS SYA’BAN 21/11/1999 T 18.35 8.6 2.5 7.25 032 013 T
892 SITI ZATIYAH 19/11/1998 T 18.35 7.6 4 6.75 021 032 T
3116 ALFIAN NOOR IFANSYAH 04/06/1997 T 18.3 7.8 4.75 5.75 021 032 T
4828 IHDA RAHMADIANTY 08/01/1999 T 18.2 8.2 5.25 4.75 032 013 T
505 HALISA. H 16/01/1900 T 18.15 7.4 6.75 4 021 032 T
6291 AKHMAD FIQRI MAULANA SAPUTRA 24/09/1999 T 17.95 8.2 3.25 6.5 032 012 T
1448 IBNUL HASAN 05/10/1998 T 17.85 6.6 5 6.25 032 013 T
1922 DILA SAFIRA KURNAINA 15/09/1998 T 17.6 8.6 3 6 032 013 T
1966 FARID JUNAIDI 16/06/1999 T 17.55 6.8 3.75 7 032 013 T
1646 KHAIRUNNISA FAHRIATI 19/08/1999 T 17.2 8.2 4.5 4.5 021 032 T
3222 ADINATA FIRJATULLAH 10/06/1999 T 17.2 7.2 3.5 6.5 021 032 T
6333 MUHAMMAD ALIF NUR FATAH GHOFUR 15/02/1999 T 17 8 2.75 6.25 013 032 T
6444 M.RIJALI FAHMI 13/08/1999 T 17 7 5 5 013 032 T
2010 M. RIZWAN MAULANA 29/06/1998 T 17 7 4 6 032 014 T
6543 MUHAMMAD JALALLUDIN SAYUTI 16/09/1999 T 16.95 8.2 3.25 5.5 013 032 T
2423 MUHAMMAD AGIL FADHOLI 30/07/1999 T 16.95 7.2 3.75 6 013 032 T
6787 AULIA RAHMAH 09/06/1999 T 16.85 7.6 4 5.25 013 032 T
1631 MITA 29/05/1999 T 16.85 7.6 3.5 5.75 032 029 T
6823 SALSABILA 20/07/1999 T 16.85 7.6 3.5 5.75 032 020 T
6535 RIZWAN RENALDI 23/07/1999 T 16.85 5.6 5.75 5.5 013 032 T
7033 MUHAMMAD WIDIONO 26/04/1999 T 16.8 7.8 4.75 4.25 013 032 T
1817 RUDI 05/06/1999 T 16.8 7.8 4 5 032 013 T
2968 YUNI MAULIDA. Z 10/06/1999 T 16.7 8.2 3 5.5 013 032 T
2468 MUHAMMAD RIZKI RIANDY 04/05/1998 T 16.7 7.2 4.25 5.25 032 013 T
7025 KHOVINA FITRI SYAULINA 08/01/1900 T 16.65 7.4 2.5 6.75 013 032 T
1291 INDAH SUNDARI 17/01/1998 T 16.6 7.6 3.75 5.25 027 032 T
6654 TAUFIK RAHMAN 03/05/1999 T 16.6 5.6 5.5 5.5 013 032 T
6513 RINA PRI SANTI 05/07/1998 T 16.55 7.8 3.25 5.5 032 029 T
35 AJI MAULANA BAIHAQI 04/05/1998 T 16.5 8 3 5.5 013 032 T
6864 FADHAL ARIF 21/07/1997 T 16.4 7.4 4.75 4.25 013 032 T
7120 MEGA RAHIMAH 20/08/1999 T 16.35 8.6 3.75 4 012 032 T
2361 GAYATUL AMANI 03/02/1998 T 16.3 6.8 5.25 4.25 013 032 T
6497 MUHAMMAD HAFIZ ANSHORI 01/06/1999 T 16.3 6.8 4.25 5.25 013 032 T
2691 RAHMANIAH 20/11/1999 T 16.3 6.8 3.75 5.75 032 017 T
888 WAHYU RINANTO 20/04/1999 T 16.25 7 4 5.25 017 032 T
6992 MUHAMMAD NUR HUDA 11/01/1900 T 16.25 7 3.25 6 032 013 T
3370 HILINDA TAMARA SARI 02/04/1998 T 16.2 7.2 4.25 4.75 013 032 T
6359 JOKO BANDI SAPUTRO 14/05/1999 T 16.15 7.4 4 4.75 013 032 T
6962 KHAIRUN 18/12/1998 T 16.1 6.6 4 5.5 032 029 T
6809 MUHAMMAD ARITIYA ZULHAJ 21/03/1999 T 16.1 6.6 3.25 6.25 013 032 T
2201 NORRYAH 14/06/1999 T 16 8 3.25 4.75 032 029 T
5253 DIAN ABDI ARYANTO 02/10/1998 T 15.95 7.2 4.25 4.5 032 029 T
6413 ZAIN NUR MIFTAH 04/10/1999 T 15.95 6.2 3.25 6.5 013 032 T
5573 MUHAMMAD REZKI FARSI 03/04/1999 T 15.9 7.4 3.5 5 032 013 T
305 RIZKI RAHIM 01/09/1999 T 15.9 6.4 3.5 6 017 032 T
6967 RIZQI MUHAMMAD ILHAM 04/07/1998 T 15.6 7.6 3.5 4.5 032 014 T
7007 MUHAMMAD FAJAR 15/01/1999 T 15.55 7.8 1.5 6.25 019 032 T
6770 MUHAMMAD AL FIANDI 27/04/1999 T 15.5 7 3.25 5.25 013 032 T
6997 YOGA DWI AGUSTA 02/04/1998 T 15.4 7.4 2.75 5.25 013 032 T
6311 MUHAMMAD ASRUL RIFANI 14/08/1998 T 15.4 6.4 3.75 5.25 029 032 T
4538 RUSDIANA 29/06/1999 T 15.35 8.6 3.25 3.5 013 032 T
221 NOOR SARI 07/02/1998 T 15.3 6.8 3.75 4.75 013 032 T
1869 AULIA RAHMAN 22/05/1998 T 15.3 4.8 4.75 5.75 013 032 T
499 ARPAH 12/06/1999 T 15.25 6 5 4.25 013 032 T
4780 RIZKY RAMADHANI 20/01/1998 T 15 6 4.5 4.5 027 032 T
2299 MURNI AYU SARI 08/08/1999 T 14.95 7.2 2.75 5 029 032 T
7182 AKHMAD DIDI FAKHRURRAJI 11/08/1998 T 14.95 6.2 3.75 5 032 014 T
200 MUHAMMAD ZULKIFLI 18/07/1999 T 14.85 6.6 5 3.25 013 032 T
7282 RIKA NOVIANA 25/11/1997 T 14.7 4.2 4.25 6.25 021 032 T
6872 MUHAMMAD ALDI WAHYUDI 29/04/1999 T 14.6 6.6 3.75 4.25 017 032 T
96 24.9 18.17135417 14.6

Juni 28, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

arti kehormatan

Dikisahkan di Tiongkok kuno..ketika seseorg berpakaian bagus, maka ia dihormati. Anehnya, ketika ia memakai pakaian compang-camping / pengemis, maka ia diusir. Lantas ia menyimpulkan :

“Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yg dihormati, mengapa aku mesti senang…?”

“Dan, kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yg kupakai yg dibenci mengapa aku mesti sedih…?”

Demikianlah manusia, lebih sering menghormati yg melekat pada diri orang, seperti pakaian yg dipakai/kakayaan atau jabatan seseorang, bukan keberadaan org itu sendiri.

Maka..jika engkau dihormati orang, jangan bangga diri.. Dan kalauPun jika engkau tdk dihormati, jgn kecewa dan bersedih diri, sebab engkau tetap berharga.

Juni 21, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

terbaik dari yang terbaik

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan…

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Selamat Beraktifitas, SEMANGAT…!!!

Juni 21, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

kecantikan sebenarnya !!!

uatu pagi seorang gadis berkata pada Ibunya, : “Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin sepertimu. Beritahulah aku caranya…”

Dengan tatapan lembut & senyum haru, sang Ibu menjawab, : “Untuk Bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik… ”

“Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun… ”

“Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain…”

“Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin…”

“Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat…”

“Untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kekotoran bathin …

Anakku…Kecantikan fisik akan pudar oleh waktu. Kecantikan prilaku tidak akan pudar walau oleh kematian…

Selamat berjuang menyemai & menanam bibit 2x kebajikan…
—————————

Suatu hari, seorang ayah yang kaya membawa anaknya ke satu perkampungan/desa.

Dia ingin menunjukkan padanya apa yg dimiliki oleh orang miskin. Mereka menghabiskan waktu di pertanian milik satu keluarga miskin.

Dalam perjalanan pulang, ayah tsb bertanya, apa yang engkau pelajari wahai anakku?

Anaknya mengatakan, kita memiliki kolam renang, tapi mereka memiliki sungai. He he he, kaya-an keluarga miskin itu.

Kita memiliki lampu2 di malam hari, mereka memiliki bintang-bintang dan rembulan sbg cahaya alam. Murah, lbh mewah, lebih berlimpah.

Kita membeli makanan, mereka punya pohonnya, punya tanemannya, sebab mereka nanem.

Kita bangun tembok besar untuk melindungi diri, mereka punya teman. Temannya yang jadi pelindung mereka.

Kita memiliki ensiklopedi, mereka memiliki Quran. Lalu anaknya ini menambahkan: Terima kasih Ayah untuk menunjukkan saya “betapa miskinnya” kita.

Iya lah. Orang yg suka disebut miskin punya langit, bintang, bulan, matahari. Tapi seringkali kita2 hanya di rumah saja. Kadang semakin kita pekerjannya bagus, hanya menikmati ruang ke ruang. Rumah, kantor, rumah, kantor. Jarang bermandikan matahari pagi, jarang menikmati sinarnya rembulan dan bebintang.

Kita bilang kita sudah memiliki banyak hal. Nyatanya mungkin justru kita ga memiliki apa2. Tawa anak jarang liat, tawa istri jarang liat. Tawa suami jarang liat. Kehangatan sebuah keluarga hanya bbrp jam saja dlm sepekan. Selebihnya kehidupan yg nafsi2…

Kadang kemewahan yang tampak nyata dengan mata bukan mencerminkan apa yang bisa dirasakan dengan hati. Jika kita bisa merasa bersyukur dengan apa yang kita dapatkan dan terus berusaha lebih baik lagi tanpa melupakan apa makna kesempatan hidup, yaitu mengusahakan keseimbangan dunia dan akhirat, maka apa yang kita usahakan di dunia semata untuk memilihkan kita tempat yang layak di akhirat. Maka hiduplah dengan hati dan akal budi, bukan dengan nafsu semata

Juni 21, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

koin penyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit.

Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

“Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar utk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yg dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar utk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak utk membawa pulang lemari itu.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yg indah itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju dan mengembalikan gerobaknya.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yg diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Demikianlah Tuhan mengatur hak-hak kita…. Bila kita sadar kita tak pernah benar2 memiliki apapun, kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Bersyukurlah…

Juni 21, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

menulis soal lebih mudah

Pada waktu sebelumnya, telah diposting artikel tentang cara menulis soal tes pada Office Word 2003. Nah sekarang untuk tutorialnya yang memakai Office Word 2007. Akan tetapi ada baiknya jika sudah membaca artikel cara menulis soal tes yang Word 2003, agar beberapa keterangannya lebih tahu. Karena pada tutorial ini langsung to the point dalam belajar membuat Bullet and Numbering. Sudah siap di depan komputer, mari belajar bersama membuatnya?

Gambar 1. Multilevel List

* Pada Tab Home, langsung pilih Multilevel List (Langkah 1), kemudian klik Define New Multilevel List…
* Tampil jendela Define new Multilevel List. Seperti Gambar 2. di bawah ini.
o

Gambar 2. Define new Multilevel List
* Format level 1, pada Gambar 2. ditunjukkan dengan huruf “a”. Pada soal berisi perintah atau petunjuk pengisian
o Number style for this level : pilih huruf kapital, A, B, C, … “b”
o Enter formatting for number : karakter yang dipakai (titik, koma, atau yang lainnya)
o Aligned at : isi dengan angka 0, artinya lurus dengan margin kiri. “c”
o Text indent at : isi dengan angka 1
* Format level 2. Level ini yang akan menjadi tempat penulisan soalnya
o Number style for this level : pilih dengan angka 1, 2, 3, … “b”
o Enter formatting for number : karakter seteleh list. Pada contoh memakai tanda titik.
o Aligned at : isi dengan angka 1, “c”
o Text indent at : isi dengan angka 2
* Format level 3. Untuk menulis opsi jawaban
o Number style for this level : pilih huruf a, b, c, …
o Enter formatting for number : isi dengan titik
o Aligned at : 2
o Text indent at : 3
* Setelah format di atas selesai, klik OK
o Nah selesai sudah membuat format penomoran untuk soal tes di sekolah.
o Tombol TAB di keyboard : untuk untuk ganti level di bawahnya. Selain dengan TAB, juga bisa dengan klik Increase Indent pada tab Home.
o Tombol SHIFT+TAB di keyboard : untuk kembali ke level di atasnya, atau klik Decrease Indent pada tab Home.
* Jangan lupa untuk membuat Tabs Stop, Ruler diaktifkan dulu, melalui tab View, kemudian centang/ checklist Ruler.

Catatan :
Pada contoh di atas ukuran di komputer saya untuk setting Office Word memakai centimeter. Jika office anda masih default (asli) memakai inchi, maka jaraknya menjadi jauh. Jika masih default, untuk mengganti dengan centimeter, perhatikan Gambar 3. dan ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :

* Klik tombol Office Button (Gambar di pojok kiri atas)
* Pilih Word Option, kemudian klik Advanced.
o

Gambar 3. Word Option
* Pada kelompok Display, ganti Show measurements in units of: dengan memilih Centimeters.
* Klik Ok, maka ukurannya sudah menjadi centimeter.

Jika tetap menginginkan ukuran default (inchi), maka silahkan ganti angka 1 dengan 0.4 dan kelipatannya terus.
Silahkan download saja filenya yang siap pakai.
Semoga bermanfa’at, maaf dan terima kasih.

Desember 15, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

menulis rapot dengan excel

Trik-trik yang saya tulis di bawah ini saya dapet selama bekerja dengan excel untuk keperluan administrasi kelas selama saya mengajar.

* Nomor Urut Otomatis
* Konversi Bilangan ke Huruf
* Membuat rangking
* Rumus Kelulusan UN 2008

Jadi bukan mau ngajarin tapi sekedar share aja, siapa tahu bermanfaat buat yg lain juga.

Buat yang punya trik-trik baru silahkan posting juga di sini, biar ilmunya bermanfaat🙂

Nomor urut otomatis

Biasanya nomor urut otomatis di excel kita buat dengan memasukkan angka “1″ pada sel di baris pertama, lalu angka “2″ dibaris berikutnya, kemudian dicopy (drag) dengan mouse.nourut.jpg

Pembuatan nomor urut pada excel bisa juga menggunakan cara lain yaitu dengan memasukkan angka “1″ pada baris pertama, lalu di baris berikutnya menggunakan formula “=+1″.

Misalnya angka “1″ ada pada sel A4, maka pada sel A5 masukkan : =A4+1, lalu sel yang berisi rumus tadi (A5) di copy ke bawah.

Keuntungannya, jika kita ingin mereset urutan nomor, dapat dilakukan dengan menyisipkan angka 1 kembali di tengah urutan.

Nomor urut otomatis berulang

Nomor urut berulang, buat pada sel A5 masukkan rumus =if(A4>=n,1,A4+1)

n=nilaiterbesar dari urutan nilai, misalnya kita ingin nomor urut 1 s/d 10, lalu kembali ke 1. maka n diganti 10.

Konversi bilangan ke huruf

Nilai puluhan dapat di konversi ke huruf dengan sedikit rumus. Misalnya dengan menggunakan fungsi vlookup.

A. buat tabel acuan

aray.jpg

Angka di kolom A diberi awalan single apostrop (‘) agar tersimpan pada sel dengan notasi string.

B. Buat rumus vlookup

=CONCATENATE(VLOOKUP(LEFT(E2,1),$A$2:$C$11,2),” “,VLOOKUP(RIGHT(E2,1),$A$2:$C$11,3))

Rumus vlookup sebenarnya dapat di letakkan di sheet lain agar tidak mengganggu tabel, penambahan ‘$’ agar alamat tabel aray menjadi absolut.

vlookup.jpg

Membuat rangking berdasarkan nilai

Untuk mengetahui rangking berdasarkan nilai, Ms Excel telah menyediakan sebuah fungsi khusus yaitu :

=rank(nilai,daftar nilai,order)

nilai= adalah sebuah bilangan yang ingin diketahuexcel03.jpgi rangking-nya

daftar nilai = adalah range yang berisi nilai-nilai yang akan diranking

order = diisi 0 untuk descending (urutan menurun, atau selain 0 untuk pengurutan menaik)

Rumus kelulusan UN 2008

Peningkatan standar kelulusan UN sudah ditetapkan, lepas dari pro dan kontra seputar pelaksanaan Ujian nasional beberapa rekan menanyakan cara membuat rumus kelulusan UN dengan Ms Excel. Setelah membaca kriteria kelulusan barangkali rumus ini bisa digunakan nanti. Tapi harus diuji coba dulu (mumpung masih banyak waktu😀 ). Jadi kalau masih belum benar ya silahkan dikoreksi kalau dianggap benar, hati-hati siapa tau kebijakan berubah😉 .

Standar nilai kelulusan untuk setiap jenjang mulai SMA, MA, SMK, SMP hingga SD semua sama, yaitu rata-rata minimal 5,25 dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 (ini kriteria pertama). Khusus untuk siswa SMK nilai mata pelajaran kompetensi keahlian minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN SMK tersebut.
Apabila kriteria di atas tidak tercapai, maka ada kriteria kedua yang mensyaratkan: boleh terdapat nilai 4,00 hanya pada satu mata pelajaran yang di-UN-kan, dan lima mata pelajaran lainnya harus mencapai nilai sekurang-kurangnya 6,00 dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25.

Contoh yang saya buat untuk rumus kelulusan tingkat SMP, jadi untuk jenjang lain silahkan lakukan perubahan seperlunya.

un2008.jpg Karena ada dua skenario lulus, berarti rumus dimulai dengan operator logika “OR” dst.

Kemudia pada Cel “i5″ dimasukkan sebuah kriteria untuk fungsi COUNTIFdengan isi “>=6″. nila-nilai minimal dapat dimasukkan dalam fungsi atau di dalam sel sebagai referal seperti contoh disini.

Rumus untuk keterangan “Lulus” dan “Tidak Lulus” adalah sbb :

=IF(OR(AND(F2>=I$2,MIN(B2:E2)>=I$3),AND(MIN(B2:E2)>=I$4,

COUNTIF(B2:E2,I$5)=3,F2>=5.25)),”LULUS”,”TIDAK LULUS”)

Kalau gambarnya kurang jelas silahkan download file contoh di :

file contoh rumus un2008.xls
Membuat Rapor kelas dari nilai leger

Awalnya saya membuat leger menggunakan mail merge dengan menggabungkan database nilai ke dokumen Ms Word, setelah dicoba ada sedikit kelemahan dalam fleksibilitas data dan penentuan ukuran.

Akhirnya saya coba buat dalam satu file spreedsheet, sebenarnya aplikasi yang saya gunakan Open Office, tapi saat saya buka di Excel tidak memerlukan perubahan sama sekali(fully compatibel).

Caranya, siapkan sheet khusus untuk leger nilai (setahu saya semua wali kelas sudah diharuskan membuat leger), kemudian siapkan sheet baru untuk rapor individual siswa. buat form nya.

rapor.jpg

Gambar menunjukkan sheet raport.

Rumus yang digunakan berupa link ke sheet lain, vlookup, concatenate untuk menggabung string dll.

Cel yang diwarnai latar merah (i3) merupakan kontrol record dari siswa yang akan di cetak rapornya. misalnya siswa nomor 3, setelah angka “3″ dimasukkan ke sel tersebu, lalu enter, maka nilai-nilai pada tabel rapor akan mengambil nilai-nilai siswa yang bersangkutan.

Mudah bukan ….🙂 ,

Kalau bingung file excel contoh raport kelas di download di : http://www.belgia83.net/tik/raport.xls

Analisis Butir Soal

Pekerjaan menganalisa butir soal, merupakan tugas pendidik yang selain berat, memerlukan kemampuan tinggi dibidang statistik, dan pemahaman bahasa, serta kaidah-kaidah penilaian juga menyita waktu jika dikerjakan secara manual.

Sementara aplikasi analisis yang tersedia tidaklah murah, bayangkan aplikasi ITEMAN keluaran Assassment System Corp, dibandrol 284 dolar per 2 user license-nya.

Proses analisis butir soal bisa dibuat di Aplikasi spreedsheet seperti Calc atau Excel, dengan menggabungkan tools dan fungsi database, statistik tingkat lanjut serta fungsi logika tentu saja. Dari beberapa contoh analisis butir soal dengan spreedsheet, file kemasan fungsi yang paling baik adalah yang ini : Analsis Butir Soal

Desember 15, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

kunci rumus excel

Kadang kita berpikir untuk mengamankan rumus Excel agar tidak terjadi perubahan ketika digunakan kembali, hal itu dikarenakan banyaknya tangan-tangan yang bekerja atau mengoperasikan file yang kita buat itu. Sebenarnya kita bisa dengan mudah menguncinya, tetapi hal tersebut masih bisa ditiru kemudian dirubah dan dibuatkan file baru yang sama. Nah, cara terbaik adalah dengan mengunci sekaligus menyembunyikan rumus tersebut.

· Langkah pertama yang harus dilakukan adalah blok sel yang akan kita sembunyikan rumusnya.

· Pilih Format>Cell, pilih tab Protection. Aktifkan Locked untuk menguncinya dan Hidden untuk menyembunyikannya lalu klik OK.

· Pastikan sel lain tidak ikut terkunci agar kita sewaktu-waktu bisa merubah data yang telah ada (Locked tidak aktif, karena default-nya Locked aktif) yaitu dengan memblok semua sel yang tidak akan dikunci. Kemudian jangan aktifkan Locked dan Hidden.

· Pilih Tools>Protection>Protect Sheet…. Akan muncul kotak dialog Protect Sheet. Aktifkan Contents, kemudian ketik password yang akan digunakan, lalu OK. Muncul dialog Confirm Password untuk memastikan. Ketik kembali password yang sama, lalu OK. Dan, sim salabim… rumus akan menghilang dengan tiba-tiba.

· Untuk memunculkannya kembali, pilih Tools>Protection>Unprotect Sheet…. Ketik password-nya, lalu OK. Dan, abrakadabra… rumus akan muncul kembali.

Yang perlu Anda perhatikan, password harus selalu diingat karena bila lupa Anda tidak bisa memunculkan rumus tersebut. Untuk menjaganya, buatlah daftar password pada file atau dokumen terpisah.

Sumber:http://www.geocities.com/asephd/tipskomputer.htm

Desember 15, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Portofolio tahun 2010

siapa yang ingin panduan sertifikasi 2010 bisa dowlooand file berikut silahkan dowloand file ini

dibuku ini ada petunjuk bagaimana hitung point portofolio sertifikasi !

Desember 15, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar